KLIKKUNINGAN.COM – Cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda Desa Babakanmulya, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Jumat (23/1/2026) dan berlanjut hingga keesokan harinya.
Peristiwa ini mengakibatkan sejumlah pohon besar tumbang dan merusak rumah warga serta bangunan madrasah, meski dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa.
Berdasarkan laporan lapangan, hembusan angin pertama terjadi sekitar pukul 18.30 WIB.
Kondisi cuaca belum sepenuhnya membaik, karena pada Sabtu (24/1/2026) angin kembali bertiup cukup kencang dan disertai hujan ringan.
Baca Juga:Mukerkab PMI Kuningan 2026, Bupati Dian Soroti Peran PMI dalam Pembangunan SosialLegislator Golkar Dorong UMKM Kuningan Tembus Toko Modern dan Hotel, Buka Akses Pasar Lebih Luas
Situasi ini membuat beberapa pohon berukuran besar tidak mampu bertahan dan akhirnya roboh, menimpa bangunan di sekitarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, menjelaskan bahwa dampak angin kencang terjadi di dua wilayah permukiman.
Yakni Dusun RT/RW 15/03 dan Dusun RT/RW 08/03 di Desa Babakanmulya, Kecamatan Jalaksana.
Pohon-pohon yang tumbang memiliki tinggi antara 4 hingga 15 meter, dengan diameter rata-rata sekitar 50 sentimeter.
“Jenis pohon yang roboh di antaranya kelapa, kulur, salam, melinjo, nangka, hingga petai,” ungkap Indra Bayu, Sabtu (24/1/2026).
“Salah satu rumah warga yang terdampak cukup serius adalah milik Pulung (78). Atap rumah yang terbuat dari baja ringan dan asbes ambruk setelah tertimpa pohon besar,” tumpak Kanit Intel Polsek Jalaksana, Junianto.
Akibat kejadian tersebut, dua kamar tidur dengan ukuran sekitar 3 x 8 meter mengalami kerusakan signifikan, sehingga rumah tidak dapat digunakan secara normal.
Baca Juga:Kasus PPA di Kuningan Naik Drastis, Kapolres Soroti KDRT dan Kekerasan SeksualPria 56 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Dasar Sumur, Damkar Kuningan Lakukan Evakuasi Dramatis
Selain rumah warga, Madrasah Baiturahman juga mengalami kerusakan. Sebuah pohon petai setinggi kurang lebih 15 meter tumbang dan menimpa atap ruang kelas berukuran 7 x 7 meter.
Insiden ini menyebabkan sebagian struktur atap mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Pasca-kejadian, pemerintah desa langsung berkoordinasi dengan pihak kecamatan, TNI, Polri, serta BPBD Kabupaten Kuningan.
Tim BPBD diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi pohon tumbang, pembersihan material dan pemotongan batang dan dahan pohon.
Proses penanganan di lapangan dilaporkan selesai sekitar pukul 15.10 WIB pada Sabtu sore.
BPBD Kabupaten Kuningan mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi angin kencang, mengingat kondisi cuaca di wilayah tersebut masih belum sepenuhnya stabil.
