Jalan Amblas Cipasung–Subang: Komisi III DPRD Kuningan Desak Perbaikan Cepat

Komisi III Tinjau jalan amblas
Komisi III DPRD Kuningan meninjau lokasi jalan amblas di Desa Cimenga, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan.
0 Komentar

KLIKKUNINGAN.COM– Komisi III DPRD Kabupaten Kuningan melakukan peninjauan langsung ke lokasi amblasnya ruas jalan Cipasung–Subang di Desa Cimenga, Kecamatan Darma.

Kunjungan ini dilakukan sebagai respons cepat atas kerusakan serius yang mengganggu konektivitas masyarakat antarwilayah.

Kerusakan tersebut dipicu oleh longsor besar yang membuat separuh badan jalan hilang. Lereng yang tergerus mencapai kedalaman kurang lebih 10 meter, sementara panjang area terdampak diperkirakan 20 meter.

Baca Juga:Perluasan SID Tembus 25 Desa, Diskominfo Kuningan Perkuat Sistem Informasi Desa Berbasis AIBikin Gempar, Sepuluh Ribu Guru Kuningan Turun Ke Jalan, Berebut Tiket Umrah Jalan Sehat HUT PGRI

Kondisi ini menyebabkan akses vital menuju Selajambe, Subang, dan Cilebak terhambat signifikan.

Ketua Komisi III DPRD Kuningan, H. Didit Pamungkas, menekankan bahwa kerusakan infrastruktur tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, mengingat jalur tersebut merupakan urat nadi pergerakan warga dan distribusi ekonomi antar kecamatan.

“Jalan amblas di titik ini harus segera mendapatkan penanganan. Jangan sampai aktivitas ekonomi masyarakat, terutama dari wilayah Darma menuju Subang, terganggu, terlebih dengan kondisi cuaca ekstrem,” ujar politisi Partai Golkar itu, Senin (24/11/2025).

Menurut Didit, sejumlah langkah penanganan cepat sudah mulai dilakukan oleh pihak terkait. Para pekerja telah diturunkan untuk memastikan jalur tetap dapat dilalui sembari menunggu perbaikan permanen.

“Perbaikan awal telah berjalan. Kami mendorong agar proses ini dipercepat karena ruas ini adalah jalur ekonomi utama. Jika harus memutar, waktu tempuh masyarakat akan semakin panjang,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pengamatan lapangan, Komisi III memperkirakan kebutuhan anggaran penanganan darurat dan penguatan tebing mencapai sekitar Rp500 juta.

Mengingat sifat kerusakannya yang mendesak, Didit menilai bahwa dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dapat dijadikan opsi untuk mempercepat penanganan.

Baca Juga:Ini Daftar Nomor Urut Bakal Calon Rektor UnikuLapas Kuningan Perkuat Kesiapsiagaan Melalui Simulasi Kebakaran Berbasis Program Jawara Api

“Kondisi keuangan daerah memang tidak ideal, tapi untuk kedaruratan seperti ini, pemanfaatan BTT sangat memungkinkan. Harapannya, perbaikan tidak menunggu proses panjang,” kata Didit.

Selain memperbaiki struktur jalan, Komisi III juga menekankan pentingnya pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di area rawan tersebut. Minimnya lampu penerangan dikhawatirkan dapat memicu kecelakaan, terutama pada malam hari.

“Ini jalur utama, jangan sampai ada korban hanya karena kurangnya penerangan. Kami sudah berkoordinasi dengan Dishub, dan proses pemasangan PJU sedang berjalan,” tegasnya.

0 Komentar