Petani Kuningan Bakal Sejahtera Nih, Kepala Diskatan: Hasil Panen Tembus 12 Ton per Hektare

Petani mencatat hasil panen demplot teknologi pertanian modern Kuningan
Dr Wahyu Hidayah monitoring panen padi 12 ton per hektare di Cidahu Kuningan.
0 Komentar

“Setiap angka yang kita lihat hari ini membuktikan bahwa teknologi bukan ancaman, melainkan peluang. Pertanian berbasis inovasi adalah jalan menuju petani sejahtera,” lanjutnya.

Dr. Wahyu juga menegaskan bahwa keberhasilan petani di era kini tidak lagi diukur dari seberapa luas sawah yang mereka miliki, melainkan sejauh mana mereka mampu memanfaatkan pengetahuan dan teknologi.

“Dulu petani dianggap berhasil jika memiliki lahan luas. Sekarang, petani sukses adalah mereka yang adaptif, mau belajar, dan mampu mengoptimalkan setiap jengkal lahan dengan ilmu pengetahuan,” katanya.

Baca Juga:Sopir Dump Truck Jadi Tersangka Kecelakaan Maut di Lingkar Timur Kuningan, Ini Update Resmi PolisiDanramil Cilimus Rakor Bareng Muspika, Siaga Hadapi Ancaman Bencana

Ia menutup arahannya dengan menegaskan bahwa pencapaian demplot ini bukan sekadar panen, tetapi tonggak perubahan pola pikir bertani.

“Yang kita hasilkan bukan hanya padi. Tetapi juga ilmu, keberanian, dan mentalitas baru. Keberhasilan 12 ton ini adalah undangan bagi petani lain untuk ikut berubah. Perubahan tidak dimulai dari teori di kelas, tetapi dari bukti di lapangan,” tegasnya.

Para petani pun mengakui manfaat nyata dari pendampingan Diskatan. Rizal, perwakilan petani Salakadomas, mengungkapkan bahwa awalnya mereka ragu menerapkan metode organik.

“Setelah kami melihat hasilnya sendiri, kami tidak ragu lagi. Pendekatan organik memang terbukti meningkatkan hasil panen. Ini bukan cerita dari luar – ini pengalaman langsung kami,” ungkapnya.

Kepala Desa Cidahu, Abdul Munir, turut memberikan apresiasi. “Sekolah Lapang Tematik bukan hanya teori. Ini praktik nyata yang langsung memengaruhi kesejahteraan warga kami,” ujarnya.

Program Farm Field Day dan Sekolah Lapang Tematik terus menjadi strategi utama Diskatan Kuningan dalam mempercepat transformasi pertanian berkelanjutan, meningkatkan efisiensi usaha tani, sekaligus membentuk generasi petani modern yang siap bersaing.

Dengan capaian produktivitas yang menembus 12 ton per hektare, Kabupaten Kuningan memperlihatkan bahwa inovasi bukan lagi slogan, tetapi realitas yang kini tengah mengubah wajah pertanian daerah. (*)

0 Komentar