KLIKKUNINGAN.COM – Upaya penguatan sistem mitigasi bencana di tingkat kecamatan kembali ditegaskan melalui rapat koordinasi Muspika yang digelar di Kantor Kecamatan Cilimus pada Senin, 17 November 2025.
Di tengah meningkatnya potensi ancaman hidrometeorologi, Danramil 1510/Cilimus, Kapten Inf Saniyo, memimpin jalannya koordinasi lintas unsur untuk memastikan wilayah Cilimus memiliki kesiapan teknis maupun strategis dalam menghadapi keadaan darurat.
Rapat tersebut dihadiri oleh Camat Cilimus, perwakilan Polsek (Kanitlantas), jajaran staf kecamatan, serta Kepala UPTD lintas sektor.
Baca Juga:Operasi Zebra Resmi Dimulai, Kapolres Kuningan: Fokus Penegakan Hukum dan Pencegahan KecelakaanMoratorium Perumahan Dicabut, Aktivis MPK: Ancaman Kerusakan Ekologi Makin Nyata
Seluruh unsur hadir bukan hanya sebagai representasi institusi, tetapi sebagai simpul koordinasi yang harus terhubung dengan cepat saat bencana terjadi.
Dalam arahannya, Kapten Saniyo menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana tidak cukup dibangun melalui peralatan dan SOP saja, tetapi harus diperkuat melalui keselarasan langkah antar-instansi.
Ia mengingatkan bahwa setiap menit menjadi sangat berharga dalam situasi darurat, sehingga komunikasi dan komando harus bekerja tanpa hambatan.
“Penanganan bencana tidak memberi ruang untuk bekerja sendiri-sendiri. Sinergi, koordinasi, dan kesiapan mental adalah faktor penentu keberhasilan. Rapat ini bukan seremonial, melainkan fondasi untuk bertindak cepat dan tepat,” ujarnya dengan tegas.
Rakor kali ini diarahkan pada tindakan praktis, antara lain identifikasi kawasan rawan longsor, banjir, dan fenomena cuaca ekstrem.
Kemudian penyusunan rencana kontingensi dan simulasi penanganan, pemeriksaan kesiapan personel dan ketersediaan fasilitas pendukung serta pembentukan mekanisme respons cepat lintas instansi.
Kapten Saniyo menekankan pentingnya pemutakhiran data kerawanan serta pelibatan masyarakat dalam jejaring kesiapsiagaan bencana.
Baca Juga:Pemkab Kuningan dan Bea Cukai Musnahkan 7,2 Juta Batang Rokok Ilegal di CiayumajakuningHasil Indonesia vs Mali U-23: Garuda Muda Takluk 0-3, Finishing Menjadi Evaluasi Utama
Meski rapat berlangsung kurang dari dua jam, hasilnya diharapkan tidak berhenti pada tataran rencana.
Tindak lanjut dalam bentuk simulasi, pemetaan detail, hingga edukasi publik direncanakan menjadi tahap berikutnya.
Semua pihak menyatakan kesiapannya untuk memperkuat ketangguhan wilayah Cilimus melalui koordinasi yang berkesinambungan.
“Bencana tidak bisa dicegah, tetapi dampaknya bisa diperkecil. Dan itu hanya mungkin melalui kesiapsiagaan kolektif,” tutup Danramil. (Agh@N)
