“Ayah itu seperti filsuf kehidupan. Ia mengajarkan bukan hanya lewat kata-kata, tetapi lewat tindakan, kedisiplinan, dan tanggung jawab,” ungkapnya.
Ia menggambarkan ayah sebagai penjaga keseimbangan antara kasih dan logika, sekaligus penanam nilai moral yang menjadi bekal anak dalam menghadapi masa depan.
Sang Bupati mengajak seluruh ayah di Kabupaten Kuningan untuk hadir tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional dan spiritual dalam kehidupan keluarga.
Baca Juga:Pelaku Pencabulan Anak di Luragung Ditangkap Polisi, Korban Alami Trauma MendalamKPBK3 Uniku Gelar Pembekalan dan Sertifikasi Google untuk Dosen Pembimbing Akademik 2025
“Selamat Hari Ayah Nasional kepada para ayah hebat di Kuningan. Semoga doa dan pengorbanan mereka menjadi pondasi kokoh bagi generasi yang akan datang.”
Peringatan Hari Ayah Nasional perdana di Kuningan bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal penguatan kembali peran ayah sebagai fondasi ketahanan keluarga.
Dengan semakin banyaknya program yang memberdayakan keluarga, Kuningan berharap dapat melahirkan generasi masa depan yang lebih sehat, berkarakter, dan berdaya saing. (Agh@N)
