Home Headline Dilema Nakes saat Tunggu Hasil Swab, Isoman atau Tetap Pelayanan?
Headline - Kesehatan - 4 weeks ago

Dilema Nakes saat Tunggu Hasil Swab, Isoman atau Tetap Pelayanan?

Semakin tinggi dan melonjaknya angka kejadian Covid-19 di Kabupaten Kuningan membuat para tenaga kesehatan sebagai garda terdepan penanganan pandemi ini semakin kewalahan, bahkan tidak sedikit jumlahnya yang juga terpapar Covid-19 ini.

“di Puskesmas Jalaksana, Nakes yang sedang menjalani Isolasi Mandiri ada 3 semuanya bidan poned, mereka telah mendapatkan vaksinasi 2 kali” ” Jelas Kepala Puskesmas Jalaksana, Sri Widiastuti.

Sri menyampaikan, beberapa kendala penanganan Covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Jalaksana diantaranya disebabkan mulai menurunnya protokol kesehatan di masyarakat, masyarakat sudah mulai jenuh dengan kondisi pandemi hingga akhirnya abai dan yang terakhir kegiatan percepatan  vaksinasi yang belum secara menyeluruh terselesaikan.

Menurut Sri, untuk tenaga kesehatan di Puskesmas Jalaksana yang sudah melakukan tes swab, saat menunggu hasil tes yang baru keluar beberapa hari sekitar seminggu kemudian, tenaga kesehatan tersebut disarankan untuk melakukan isolasi mandiri.

“Saat nunggu hasil Isoman terlebih dahulu, untuk Puskesmas lain disebabkan keterbatasan tenaga juga pada akhirny mungkin ada yang tetap melakukan layanan, terus hasil swabnya juga lama” Lanjutnya.

Berbeda dengan nakes di Puskesmas Jalaksana, salah satu dokter di salah satu Puskesmas yang tidak bersedia disebut namanya menjelaskan selama ini untuk tenaga kesehatan di Puskesmasnya selama tidak merasa memiliki gejala, akan tetap masuk untuk melakukan pelayanan sambil menunggu hasil tes swabnya.

“kita tetap masuk, selama ini sih tetap masuk kalau ga ada gejala, kalau ada gejala tergantung orgnya, ada yang istirahat ada yang tetap masuk” Jelasnya.

Menurut dokter, untuk tenaga kesehatan seharusnya dapat mencontoh Bandung yang ada pemeriksaan rutin pcr dan hasilnya cepat.

“hari itu juga ada hasil, jadi kita ga ngerasa sehat dan ga menularkan” Lanjutnya.

Menanggapi perbedaan kebijakan diantara Puskesmas-Puskesmas terkait nakes ini, Kepala Dinas Kesehatan Kab.Kuningan, Hj. Susi Lusiyanti menyampaikan (04/7) hal ini tergantung kondisi dan situasi masing-masing Puskesmas tersebut.

“Kebijakan kami untuk nakes saat menunggu hasil tes, kalau kontak erat dan bergejala maka isoman, tapi kalau sehat tanpa gejala maka silahkan masuk dengan protokol kesehatan” Jelas Susi.

Terpisah, Bupati Kuningan H. Acep Purnama saat dihubungi melalui telp (04/7) menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para tenaga kesehatan di Kabupaten Kuningan sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19 ini.

“Semoga para nakes dan keluarga tetap diberikan kesehatan, saya sampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Kuningan” Ucap Acep.

Acep menjelaskan, dengan semakin tinginya angka Covid-19 di Kabupaten Kuningan, banyak nakes  di Kabupaten Kuningan juga memiliki resiko terpapar Covid-19.

“Untuk nakes yang memiliki gejala silahkan istirahat dan lakukan isolasi mandiri, dan untuk yang tidak bergejala boleh masuk untuk melakukan pelayanan kesehatan tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat”

Sebagai Bupati, Acep juga mengakui kondisi dilematis yang dirasakan, satu sisi banyak nakes yang terpapar, disisi lain angka kasus covid-19 yang terjadi di tengah masyarakat sedang melonjak tinggi.

“Untuk nakes jaga kesehatan selalu, untuk masyarakat Kuningan mari kita ikuti anjuran pemerintah dan selalu disiplin menjalankan prokes, mari kita sama-sama bergotong-royong untuk keluar dari pandemi ini” Pungkasnya.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Tiga Hari Lagi Insentif Nakes Cair

Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan hari Senin nanti (02/8) akan segera mencairkan tiga b…