Home Bisnis Kelompok Peternak Muda Farm Jaya Rabbitry Butuh Dukungan Pengembangan Peternakan Kelinci
Bisnis - Headline - January 27, 2021

Kelompok Peternak Muda Farm Jaya Rabbitry Butuh Dukungan Pengembangan Peternakan Kelinci

Berawal dari kesamaan hoby memelihara kelinci dan mulai merasakan ada peluang usaha di dalamnya maka pada pada tanggal 1 April 2017 sekelompok anak anak muda kreative di Desa Bojong Kecamatan Cilimus yang memilki jiwa enterpreneur yang tinggi mendirikan Kelompok Peternak Muda Farm Jaya Rabbitry.

Saat mengunjungi mereka, Senin (25-01-2021), Wakil Bupati Kuningan, H. M Ridho Suganda mengemukakan, bisnis ternak kelinci hias maupun pedaging di Kabupaten Kuningan perlu dikembangkan dan harus terus dipacu kerena memilki peluang pasar besar dan mampu memberikan keuntungan finansial.

Wakil Bupati Kuningan, H. M Ridho Suganda bersama   Kades Bojong, Nurul Komariyah dan  Ketua KPM Farm Jaya Rabbitry, Kurniawan

“Cara pandang masyarakat tentang kelinci harus diubah. Sebab banyak di antaranya yang belum menyadari bahwa ternak kelinci memberikan keuntungan finansial, tak kalah dengan jenis hewan ternak lainnya. kelinci bisa menghasilkan uang, baik jenis kelinci hias maupun pedaging,” ujar Wabup saat melakukan kunjungan ke Kelompok Peternak Muda (KPM) Farm Jaya Rabbitry.

Menurut Wabup, kelinci secara umum memiliki potensi biologis dan ekonomi yang tinggi untuk menghasilkan daging, kulit, dan bulu. Kelinci, sambungnya, merupakan salah satu komoditi yang dapat diandalkan dalam menanggulangi kebutuhan daging sebagai sumber protein hewani, selain kelinci juga banyak diminati sebagai hewan ternak hias, seperti jenis Fujilove, Angora, Dutch, dan Rex.

“Saya berharap, KPM Farm Jaya Rabbitry ini mampu mengembangkan peternakan kelinci hias sebagai sumber finansial, dan dapat mengedukasi masyarakat bahwa ternak kelinci dapat meberikan keuntungan karena peluang pasarnya cukup besar,” ucap Wabup didampingi Camat Cilimus, Tatang Taryono dan Kades Bojong, Nurul Komariyah.

Ketua KPM Farm Jaya Rabbitry, Kurniawan, membenarkan bahwa bisnis kelinci memiliki peluang pasar yang besar. Hal itu dikarenakan masih terbatasnya peternak kelinci di Kabupaten Kuningan, sehingga kebutuhan Kelinci dipasaran masih kurang, terutama kelinci pedaging.

“Saat ini, kami masih fokus pada peternakan kelinci hias, dan Alhamdulillah tidak pernah sepi peminat. Sementara untuk kebutuhan kelinci daging di pasaran belum bisa terpenuhi karena peternak kelinci di Kuningan masih sedikit. Insya Allah kedepan, mudah-mudahan ada rezekinya kami juga akan mencoba menambah beternak kelinci daging,” tutur Kurniawan.

Selanjutnya, untuk mengembangkan peternakan kelinci, dikatakatan Kurniawan, dibutuhkan modal dan lahan yang cukup besar.

“Mudah-mudahan, dengan datangnya Pak Wabup kesini (KPM Farm Jaya Rabbitry) dapat membantu mengembangkan peternakan, sehingga adanya peningkatan ekonomi bagi kami dan masyarakat Desa Bojong,” imbuhnya

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Tiga Hari Lagi Insentif Nakes Cair

Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan hari Senin nanti (02/8) akan segera mencairkan tiga b…