Home Headline Ridho Ajak Generasi Muda untuk Terjun ke Pertanian
Headline - Milenial - December 21, 2020

Ridho Ajak Generasi Muda untuk Terjun ke Pertanian

Klikkuningan.com – Dalam kurun waktu 10-15 tahun mendatang, Indonesia diperkirakan akan mengalami krisis jumlah petani. Hal tersebut karena regenerasi petani muda di desa pun sangat lambat karena faktor urbanisasi anak muda pedesaan yang lebih tertarik mencari kerja di kota.

Upaya mendorong kaum muda memproduksi pangan ini menjadi sangat penting karena fakta yang terjadi pada populasi petani di pedesaan terus menurun.

Hal itu dikemukakan Wakil Bupati Kuningan, H. M Ridho Suganda dalam sambutannya saat membuka kegiatan Pelatihan Penanaman dan Pemanfaatan Buah Markisa, di Aula Kantor Pemerintahan Desa Cihaur, Kecamatan Ciawigebang (21/12).

Hadir pada acara tersebut, Camat Ciwigebang, Drs.H. Pepen Supendi, beserta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan, Kepala UPTD Pertanian Ciawigebang, Kades Cihaur, lembaga desa, serta sejumlah undangan lainnya.

Dihadapan para peserta yang merupakan anggota Karang Taruna “Tunas Baru” Desa Cihaur, Wabup mengatakan, saat ini sangat sulit menemukan anak muda yang bekerja di sektor pertanian karena menilai petani merupakan pekerjaan yang kumuh dengan potensi ekonomi yang kurang menjanjikan di masa depan.

“Padahal, peluang di sektor pertanian itu masih sangat besar. Tapi persepsi di masyarakat itu bertani masih identik dengan pekerjaan kumuh. Padahal dengan perkembangan teknologi pertanian modern, bertani bisa dilakukan lebih mudah dan tanpa perlu berkotor-kotoran,” terang Wabup.

Selanjutnya, dalam kesempatan tersebut, Wabup mengapesiasi langkah Karang Taruna “Tunas Baru” yang mau ikut andil dalam bidang pertanian, salah satunya dengan pengembangan perkebunan markisa. Wabup juga turut mengapresiasi langkah Kepala Desa Cihaur yang memberikan tanah bengkoknya untuk dijadikan lahan pertanian markisa.

Sementara, ketua pelaksana kegiatan, Agam Muamal menyampaikan, alasan utama memilih untuk mengembangkan pertanian markisa karena melihat peluang bisnis yang menjanjikan dari buah markisa. Menurutnya, dari buah markisa dapat menjadi beberapa jenis produk olahan, baik makanan maupun minuman.

Selain itu dikatakan Agam, dipilihnya bidang pertanian oleh Karang Taruna “Tunas Baru” karena melihat kurangnya minat anak muda terhadap pertanian. Sehingga dirinya merasa tergerak untuk terjun dalam bidang tersebut.

“Pertanian adalah sumber pangan, sementara para petani saat ini kebanyakan adalah orang-orang yang sudah berusia lanjut. Oleh karena itu, kami dari karang taruna sebagai generasi muda merasa terpanggil untuk terjun di bidang pertanian. Karena kalau bukan kita siapa lagi, dan kalau tidak dimulai dari sekarang kapan lagi,” imbuhnya.

Untuk lahan perkebunannya sendiri, dikatakan Agam, pihak Pemdes telah menyediakan lahan seluas dua hektar. Namun untuk awal penanaman, akan ditanami markisa pada lahan seluas 15 bata. (Red)

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

CSR IFG Bantu Cipasung, Desa Binaan STP Trisakti

Desa wisata Cipasung sedang dalam proses perkembangan untuk menjadi lebih baik dari awal d…