Home Headline Kuwu Cibuntu “Wabah Positif” Pembentukan Desa-Desa Wisata di Kuningan
Headline - News - December 21, 2020

Kuwu Cibuntu “Wabah Positif” Pembentukan Desa-Desa Wisata di Kuningan

Klikkuningan.com – Bupati Kuningan, H. Acep Purnama menyampaikan Kepala Desa Cibuntu, Awam adalah “Pembawa Wabah” positif yang mampu menginspirasi dan memotivasi desa-desa di Kabupaten Kuningan untuk menjadi Desa Wisata seperti halnya Desa Wisata Cibuntu.

Hal ini disampaikan Acep Purnama saat melakukan dialog dengan sejumlah Kepala Desa dan para pengurus Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS), usai mengukuhkan Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) Kabupaten Kuningan dan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) “Rumpun Padi” di Desa Cikaso (20/12).

“Disini tuh ada pupuhu urang, pupuhu desa wisata, Kang Awam, Pa Kuwu Cibuntu, rintisan Pa Kuwu Cibuntu, Alhamdulillah ayeuna teh geus janten wabah, tapi wabah positif, janten wabah inovasi bagi bapak-bapak kepala desa” Jelas Bupati.

Menurut Bupati, “Wabah Positif” ini bisa terlihat dari tadinya hanya satu Desa Wisata yang dimiliki oleh Kabupaten Kuningan yaitu Desa Wisata Cibuntu, namun kini walaupun sesuai target yang dicanangkan Bupati sesuai Visi Misinya yang akan menciptakan 25 Desa Wisata sampai tahun 2023 nanti, sudah lebih dari 25 Desa yang saat ini menginginkan untuk didorong dan didukung menjadi sebuah Desa Wisata.

ASIDEWI merupakan organisasi non pemerintah yang dibentuk dengan tujuan menjadikan kearifan lokal menuju desa wisata, dimana ASIDEWI aktif menginisiasi terbentuk dan berkembangnya desa-desa menjadi destinasi wisata di seluruh wilayah Indonesia.

Sedangkan, POKDARWIS adalah kelompok yang terdiri dari para pelaku kepariwisataan dengan kepedulian dan tanggung jawab serta berperan sebagai penggerak dalam mendukung iklim kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan dan terwujudnya sapta pesona.
Sebelumnya, dalam sambutannya saat pengukuhan, Bupati Kuningan menyampaikan, POKDARWIS telah melakukan pengembangan kepariwisataan berdasarkan potensi lokal dan kreatifitas yang dimiliki oleh masing-masing desa.

“di berbagai desa, POKDARWIS terbukti berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kualitas program atraksi desa dan memunculkan sense of belonging masyarakat lokal terhadap kemajuan pariwisata di desanya.” Ujar Bupati Kuningan.

Bupati Kuningan menambahkan, dengan dikukuhkannya ASIDEWI Kuningan serta pengurus POKDARWIS “Rumpun Padi”, upaya Kabupaten Kuningan dalam mewujudkan target desa wisata yang berdaya saing dapat tercapai.

“saya berharap semoga para pengurus ASIDEWI dan POKDARWIS “Rumpun Padi” yang baru saja dikukuhkan dapat melakukan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik untuk membantu pemerintah membangun pariwisata khususnya membangun desa wisata.” Pungkasnya.

Bupati berpesan, jika ingin menjadi Desa Wisata agar selalu menerapkan Sapta Pesona dan menyiapkan diri untuk menyambut tamu dari manapun asalnya walaupun berbeda latar belakang, dan untuk Asidewi dan Pokdarwis yang baru dikukuhkan dirinya berharap agar tidak menjadi “Tukcing” (dibentuk terus cicing=diam), tetapi bekerja dalam membangun pariwisata di Kabupaten Kuningan.

Menjawab hal tersebut, Kadisporapar Toto Toharuddin memastikan Asidewi dibawah kepemimpinan H. Toyib ini akan bekerja membantu pemerintah membangun pariwisata khususnya membangun desa wisata.
“Kita juga ingin pastikan Asidewi, setelah dibentuk Asidewi Insya Allah akan ada sejumlah strategi dan kolaborasi” Ujar Toto.

Sementara itu, Kepala Desa Cikaso Hidayat, dalam sambutannya menjelaskan Desa Cikaso pernah mendapat predikat Kampung Tangguh Lodaya. Program Kampung tangguh Lodaya (KTL) adalah program Kapolri dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat dalam menghadapi pandemic covid 19.

Ia menambahkan, upaya penguatan ekonomi di sektor kepariwisataan merupakan inovasi yang akan dikembangkan secara berkelanjutan. Wisata tersebut salah satunya wisata sawah dengan mengusung konsep wisata agro pertanian dan edukasi.

“kawasan lainnya yang akan kami kembangkan yaitu agro dan bumi perkemahan, dengan memanfaatkan lahan tidur berupa tanah perkebunan desa seluas 2,5 hektar. Mudah-mudahan ke depannya akan ada jalan untuk menyelesaikan pembangunan jalan menuju tempat wisata.” Ujarnya.

Ketua ASIDEWI Jawa Barat, Maulidan Isbar menyampaikan, Indonesia dan desa tidak terpisahkan satu sama lain. di jawa barat terdapat 5300 lebih desa, sedangkan di Kuningan terdapat 361 desa. menurutnya, sejak dulu desa sudah memiliki nilai yang sangat kuat, sehingga desa wisata dapat dicetuskan dalam Undang-Undang No. 6 tahun 2016.

Ia juga menyampaikan, perlu sebuah sinergitas dan koordinasi yang sagat progresif mengenai pengembangan desa wisata agar apa yang diperjuangkan bisa membuahkan hasil, karena desa wisata diakui oleh Nasional.

“saat ini desa memiliki penganggaran yang otonom. untuk menjadi desa wisata, suatu desa wisata harus memperhatikan unsur perhatian tentang lingkungan. ASIDEWI jawa barat berkomitmen akan terus mendukung tentang perkembangan desa wisata.” ujarnya. (Red)

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Pokdakan Langlang Buana Cilimus, Butuh Dukungan untuk Pengembangan Budidaya Ikan

Salah satu tugas penyuluh perikanan adalah membentuk, memfasilitasi dan mendampingi kelomp…