Home Bisnis Pemberdayaan Masyarakat, Mahasiswi STP Trisakti Asal Pagundan Rintis Usaha Keripik Ubi MARRS
Bisnis - Sosok - September 4, 2020

Pemberdayaan Masyarakat, Mahasiswi STP Trisakti Asal Pagundan Rintis Usaha Keripik Ubi MARRS

Keinginan yang besar Tasya Komara Sari, anak muda yang berasal dari Desa Pagundan Kecamatan Lebakwangi Kuningan untuk menciptakan kegiatan Ekonomi Kreatif yang mampu mendukung ketahanan pangan dan peningkatan pendapatan masyarakat yang ada di desanya.

Tasya Komara Sari memiliki keyakinan, ekonomi kreatif bisa dijadikan salah satu upaya untuk mengubah kondisi sosial dan meningkatkan pendapatan masyarakat di lingkungan desanya.

Untuk itu, gadis cantik yang masih tercatat sebagai Mahasiswi di STP Trisakti semester 7 ini, pada tanggal 8 Juni 2020 mendirikan sebuah bisnis yang diharapkan bisa menggerakan ekonomi desanya, yaitu usaha Keripik Ubi MARRS.

“Usaha Keripik Ubi MARRS saya dirikan bertepatan dengan hari ulang tahun saya yang ke-21, biar mudah diinget” Jelas Tasya sambil tersenyum.

Berbekal ilmu yang didapatnya dari STP Trisakti, Tasya mencoba mengembangkan sistem bisnis dengan mengadopsi Sistem Community based Tourism yaitu pariwisata berbasis masyarakat atau menjadikan masyarakat sebagai subjek, bukan sebagai objek pariwisata.

“Singkatnya berprinsip demokrasi; dari rakyat, untuk rakyat, oleh rakyat. Saya mencoba menerapkan prinsip-prinsip tersebut pada bisnis KERIPIK UBI MARRS melalui “Gerakan MARRS.ID” (MaRi Rubah Social Income Desa)” Jelas Tasya.

Tasya memilih Ubi Manohara, jenis ubi yang banyak dihasilkan di desanya untuk dioptimalkan untuk diolah menjadi Keripik Ubi MARRS yang diproduksinya. Dengan cara ini, Tasya berusaha untuk membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya bagi masyarakat, baik sebagai supplier ataupun reseller.

Dengan membeli bahan baku dari petani ubi, petani cabai, pedagang bumbu dan menjadikan masyarakat sekitar sebagai karyawan produksi atau reseller produk, usaha yang dirintisnya ini diharapkan ikut mendukung peningkatan pendapatan masyarakat desa dan mendukung kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.

Produk Keripik Ubi MARRS ini juga memiliki keunikan dan keunggulan dari berbagai sisi. Diantaranya yaitu olahan keripik ubi yang memiliki berbagai varian rasa pedas (pedas asin, balado, jagung bakar) dengan tingkat kepedasan dari level satu sampai level tiga.

“Yang ga suka pedas ga usah khawatir, untuk penyuka makanan manis, kami menyediakan rasa coklat, dengan kemasan yang menarik, edukatif dan informatif menjadi nilai jual produk keripik ubi MARRS” Lanjut Tasya sambil promosi.

Keripik Ubi MARRS telah lulus uji laboratorium pada tanggal 30 Juli 2020 di Bandung. Terdapat informasi kandungan gizi pada kemasan sebagai bagian dari edukasi konsumen.

“Kualitas bahan baku dan bahan penunjang sangat diperhatikan selama proses produksi, sehingga kami mampu meyakinkan konsumen bahwa produk dari desa mampu memiliki tingkat higienitas yang tinggi” Jelasmya.

Untuk pemasaran, walaupun usaha Keripik Ubi MARRS baru sekitar 3 bulanan, namun telah melakukan penjualan produk ke berbagai wilayah di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Malang bahkan sampai ke Bali.

Dengan melakukan transaksi dan membantu Gerakan MARRS.ID, konsumen telah berkontibusi dalam membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

“Saya berharap, produk Keripik Ubi MARRS mendapat dukungan dari berbagai pihak dan bisa bekerjasama dengan toko oleh-oleh di Kuningan untuk menjadi salah satu produk makanan khas Kuningan. Untuk pemesanan produk, dapat menghubungi 0895806750002 atau dm instagram @marrs.id” Pungkas Tasya.(Beng)

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

D’Rinny Cookies and Cakes, Berawal dari Pujian Suami

Berawal dari sering dipuji oleh sang Suami tercinta saat disuguhi Kue Sus hasil buatannya,…