Home Opini MELAWAN LUPA KETAHANAN PANGAN DAERAH
Opini - August 29, 2020

MELAWAN LUPA KETAHANAN PANGAN DAERAH

Menyikapi pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) khusus untuk ketahanan pangan, Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan gencar menjalankan program kegiatan untuk peningkatan ketahanan pangan.

Di sektor pertanian sebagai daerah penghasil utama pangan pokok beras, kata patut bersyukur karena mampu mensuplai kebutuhan pangan. Bahkan masih bisa surplus di tengah pandemi ini sehingga beras dari Kabupaten Kuningan  juga bisa penuhi/memenuhi kebutuhan untuk daerah lain, namun di sisi lain surplus beras Kabupaten Kuningan tren nya tersu turun, ini yang harus diwaspadai, jangan ber euforia dengan capaian pada surplus beras saat ini.

Menurut Ir. Oleh Suparjo, pemerintah daerah harus melawan lupa jika permasalahan utama yang dihadapi saat ini dalam mewujudkan ketahanan pangan di daerah adalah bahwa pertumbuhan permintaan pangan yang lebih cepat dari pertumbuhan penyediaan.

Permintaan yang meningkat merupakan resultante dari peningkatan jumlah penduduk, pertumbuhan ekonomi, peningkatan daya beli masyarakat, dan perubahan selera. Sementara itu, pertumbuhan kapasitas produksi pangan nasional cukup lambat dan stagnan, karena (a) adanya kompetisi dalam pemanfaatan sumberdaya lahan dan air serta (b) stagnansi pertumbuhan produktivitas lahan dan tenaga kerja pertanian

Maka itu ke depannya pemerintah daerah harus mengedepankan kedaulatan pangan dan kejayaan petani berbasis pemberdayaan masyarakat melalui kemandirian ketersediaan pupuk organik, di antaranya dengan optimalisasi pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik pada dan cair serta pengembangan pestisida nabati/herbal, maka dengan sendirinya produktivitas pertanian nasional akan terdongkrak nantinya.

Menurutnya, jika ketahanan pangan daerah tidah segera kita benahi dikhawatirkan terjadinya krisis seperti saat ini yaitu dampak covid 19, maka ada beberapa aspek yang rentan terkena dampaknya. Pertama, di sektor pekerjaan karena bakal muncul pengangguran karena kegiatan ekonomi dipaksa berhenti. Kedua, masalah ketersediaan pangan. Apabila kedua aspek tersebut tak bisa dikelola, maka berpotensi dapat mempengaruhi kepada ketahanan dan kedaulatan negara secara keseluruhan (nasional). Karena itu semua elemen bangsa perlu bekerjasama secara serius melawan ancaman pandemi agar ketahanan nasional terjaga.

Melawan “Lupa Ketahanan Pangan Daerah”, suatu upaya mengingatkan pada pemerintah daerah, pelaku usaha, dan petani bahwa dalam upaya peningkatan ketahanan pangan selain ketersediaan pangan dan distribusi pangan juga harus diperhatikan terhadap aspek keamanan pangan artinya pangan yang dihasilkan harus sehat. Dan pangan yang sehat diproduksi dari proses budidaya pertanian yang berkelanjutan melalui teknologi inovasi ramah lingkungan.

Selanjutnya, lapangan kerja  di sektor pertanian masih sangat terbuka, terutama oleh generasi muda (milenial) karena pada umunya para petani saat ini adalah usia lanjut yang agak kurang respon terhadap perubahan teknologi yang selalu dinamis. Maka generasi mudalah harapan yang patut kita perkuat melalui teknologi pertanian yang berwawasan lingkungan.

Peluang penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian (Tanaman pangan, sayuran, buah buahan, dan perkebunanm perikanan dan peternakan) yang masih sangat terbuka tersebut khususnya para generasi muda perlu mendapat perhatian yang serius dari berbagai pihak, karena di pundak merekalah penerus ketahanan pangan daerah dan nasional. 

Salah satu diantaranya perlu ada wadah bagi generasi mudah yang ingin mengembangkan profesi pada sektor pertanian/wisata (agrowisata) karena dengan melalui wadah tersebut mereka dapat lebih aktif, kreativitas dan inovasinya dengan optimalisasi pemanfaatan SDA, inovasi teknologi, teknologi IT untuk mengembangkan profesinya melalui pengembangan kewirausahaan juga berdampak membantu program Kabupaten Kuningan menuju Kuningan Pinunjul.

*) Ir.Oleh Suparjo adalah perencana ahli madya Bappeda Kabupaten Kuninga

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Meli : Disporapar Harus Berdayakan Moka untuk Pariwisata

Siapa yang  tidak kenal dengan Desy Ratnasari, Artis pelantun Tenda Biru yang kini menjaba…