Home News Potensi Desa butuh Evaluasi antar Dinas
News - Wisata - August 12, 2020

Potensi Desa butuh Evaluasi antar Dinas

Hibar.id – Untuk menjadi sebuah desa wisata ada banyak syarat yang harus ditempuh oleh suatu desa, seperti bagaimana kesiapan suatu desa dlam mengembangkan potensi wisatanya, selain itu bagaimana desa tersebut bisa membuat produk unggulan, serta mampu membuat tata kelola desanya itu sendiri termasuk membuat produk-produk ekonomi kreatif yang bisa meningkatkan taraf perekonomian masyarakat desa tersebut.

Hal tersebut dikatakan Kepala Pusat Sekolah Bisnis Pariwisata Trisakti Novita Widyastuti disela kegiatan Bimtek tentang pengelolaan ekonomi kreatif dan tata kelola desa wisata, dimana dalam kegiatan tersebut Sekolah Tingggi Pariwisata Trisakti bertindak sebagai akademisi yang mendampingi desa untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada di desa.

Novita mengatakan, kegiatan Bimtek akan dilaksanakan selama dua hari, dimana materi bimtek yang akan disampaikan kepada para peserta yaitu tentang karakter building, dimana materi yang disampaikan adalah bagaimana cara kita merobah pola pikir masyarakat supaya lebih tahu desa wisata serta  konsekuensinya.

” jika suatu desa ingin menjadi salah satu desa wisata, karakter masyarakatnya harus dirubah, salah satu contohnya dengan pelatihan tentang pengelolaan keuangan, kenapa itu penting, supaya masyarakat desa biasa membuat satu usaha kreatif dari rumah”Lanjutnya.

Menurutnya, manakala desanya banyak di kunjungi tamu, bagaimana membuat homestay dirumah“semisal kalau ada rumah yang kamarnya kososng karena orangtuanya tinggal disitu anaknya sudah keluar dari rumah bisa dimanfaatkan untuk tinggal tamu yang mau menginap sekaligus menikmati apa yang ada didesa, mengikuti apa yang dilakukan masyarakat desa sekaligus menikmati pemandangan alam yang ada di desa, banyaklah sebetulnya,”tutur Novita.

“Jadi bagaimana Homestay yang baik bisa dikelola,contohnya di Cibuntu ini home staynya sudah level Asean dan desa wisatanya nomor dua di indonesia, itu artinya tata kelolanya sudah baik, masyarakatnya juga ikut menunjang kegiatan desa wisata ini, dan akan terus berkembang membenahi diri sampai menjadi desa mandiri,”jelasnya.

Para peserta yang mengikuti Bimtek lanjut Novita,merupakan perwakilan dari desa rintisan, yang ada di Kabupaten Kuningan, karena pihaknya sudah ada Mou dengan Kabupaten Kuningan dan pihaknya mencoba membangkitkan desa rintisan baru,menurutnya ada lima desa dikecamatan paswahan yang akan menjadi desa rintisan yang dari hasil survey potensinya sangat luar biasa bagus yang tidak bisa ditemukan ditempat lain.

“Kita masuk dibimtek supaya masyarakatnya bisa berpikir kalau desa nya mau menjadi desa wisata apa yang harus dilakukan,nanti malam akan ada pelatihan pembuatan paket wisata, karena dikecamatan pasawahan ini desanya kan saling berdekatan, jadi bisa bersinergi menjadi satu, paket wisatanya bisa dijadiin satu, dengan satu harga komponen masyarakat yang tamunya datang bisa berkeliling kelima desa, nah itu menjadi suatu keunggulan, dan bisa saling support antara desa satu dengan desa lainya,”ujarnya.

Materi lainnya adalah demo masak dari chef-chef hotel, kenapa ada demo masak, supaya masyarakat desa wawasannya terbuka, bahwa tamu yang datang bukan hanya tamu lokal saja tapi kita berharap tamu mancanegara juga.

“nah kan kalau tamu mancanegara syaratnya apa yang harus mereka ketahui, bagaimana cara menata desanya, bagaimana memasak, sudah pintar masak tapi penyajiannya kurang bagus jadi bagaimana cara menyajikan makanan supaya lebih menarik,”imbuhnya.

Selain itu kedepan, sambung Novita, pihaknya juga akan mengadakan kegiatan evaluasi antar dinas, terkait potensi–potensi yang ada didesa wisata ini, padahal potensinya begitu besar dan ini harus dijalankan oleh sektor-sektor  lain, dinas-dinas lain dan itu harus terkait supaya apa, akan kembali lagi kemasyarakatnya itu sendiri,masyarakat percaya dengan adanya desa wisata otomatis perekonomian mereka akan jadi lebih baik.

“Jadi tidak hanya dinas Disporapar, Disporapar kan sudah menemukan potensi sekaligus mendampingi bagaimana bisa mengemas  tempatnya dengan baik, tapi hasil produknya kan lintas sektor, kaya contohnya siapa yang mau menyerap produk hasil home industrinya kalau bukan dari UMKM kementrian kopreasi, kemudian modal usahanya dari mana kalau bukan dari bumdes, terus untuk bisa oleh-oleh itu menjadi lebih bagus dan diminati oleh orang kan ada standarnya,”ujarnya.

Novita menambahkan pihak STP Trisakti, akan terus bersemangat karena menurutnya inilah salah satu Laboratorium hidup, Laboratorium diperlukan untuk kita mengaplikasikan ilmu yang sudah kita punya supaya ilmu terus bertambah.

“begitu kita keluarkan ilmu ini kita dapat ilmu baru lagi yang berguna bagi masyarakat, jadi mudah-mudahan teman-teman yang hadir hari ini atau tim berikutnya yang akan hadir untuk desa wisata akan terus bersemangat,”pungkasnya. (Red/Tatang)

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

CSR IFG Bantu Cipasung, Desa Binaan STP Trisakti

Desa wisata Cipasung sedang dalam proses perkembangan untuk menjadi lebih baik dari awal d…