Home Headline Pupuk Hayati Cair Biotipul dan Keberhasilannya pada Pengembangan Padi Organik di Kabupaten Kuningan Tahun 2016-2020
Headline - News - August 10, 2020

Pupuk Hayati Cair Biotipul dan Keberhasilannya pada Pengembangan Padi Organik di Kabupaten Kuningan Tahun 2016-2020

Sejak bulan April lalu Tahun 2016 sampai dengan sekarang tahun 2020, petani di Desa Cikadu Kecamatan Nusaherang Kabupaten Kuningan mengembangkan system pertanian organik. Pola pertanian, yang kini dianggap tidak populer karena dianggap tidak praktis, tapi kelompok tani Mekar Tani IV menjajal pola pertanian untuk membuktikan teori dan pengalaman yang disampaikan Komunitas Pertanian Organik Sejatera (KOMPOS).

Konsep yang di tawarkan dari KOMPOS adalah integrated farming, yaitu terintegrasinya usaha ternak dengan pertanian melalui penerapan inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik padat dan cair, selanjutnya pupuk tersebut sebagai input paket teknologi dalam implementasi pengembangan budidaya padi full organik yang dilakukan di desa Cikadu kelompok tani Mekar Tani dengan demonstratror petani pak Yeye.

Komunitas Pertanian Organik Sejahtera (KOMPOS) Kuningan Jawa Barat. Tim KOMPOS  tidak sekadar mengajari, tetapi sekaligus mendampingi petani mulai persiapan, pengolahan tanah, tanam, hingga panen.

Salah satu tujuan pengembangan pertanian padi organik diantaranya mengurangi ketergantungan terhadap pupuk anorganik, pemberdayaan petani mampu membuat pupuk organik padat dan cair secara mandiri dengan memanfaatkan limbah pertanian (jerami) dan limbah ternak  (kotoran domba/sapi/kambing/ayam/bebek dll) baik berupa padat dan cair untuk di gunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik, yang selama ini belum di manfaatkan secara optimal oleh petani.

Upaya pun berbuah manis. Melalui perjuangan panjang, pak yeye sebagai demonstrator budidaya padi full organic berhasil menuai hasil. Tak tanggung- tanggung, varietas MAPAN 05 yang ditanam menghasilkan Gabah Kering Panen(GKP) sebanyak 11,250 ton/ha.

Target dari pembuat/penemu pupuk hayati cair BIOTIPUL yaitu Ir. Oleh Suparjo adalah10 ton per ha, kini menjadi terealisasi bahkan melampauinya yaitu produksi padi full organik pada MT II tahun 2020 sebesar  11.250 ton/ha GKP dan bila dikonversi menjadi gabah kering giling menjadi 9,79 ton GKG

Selanjutnya Suparjo menambahkan bahwa Pupuk Hayati Cair Biotipul salah satu kebanggaan Kabupaten Kuningan yang pernah mendapat Juara I Anugrah Inovasi Jawa Barat (AIJB) dari Gubernur Jawa Barat pada tahun 2018. Keberhasilan selanjutnya adalah kulaitas hasil panen dari GKG menjadi beras padi yang full organic diatas 70 % sedangkan yang konvensional sebesar 62 – 65%.

Pendamping dari KOMPOS, Ir.Oleh Suparjo (Ketua Harian KOMPOS) mengungkapkan, harga beras organic harganya cukup menggiurkan. Saat ini, harga beras organic tergolong tinggi. seperti yang saat ini dipanen, dan harga beras sehat saat  ini sebesar 20.000/kg dengan pangsa pasar ke Bandung dan Jakarta

Adapun pemasaran saat ini tidak ada masalah,  selain untuk memenuhi pasar lokal juga sudah tembus ke Bandung dan Jakarta. Bahkan sebaliknya permintaan pasar beras sehat yang diproduksi pak yeye tidak bisa dipenuhi sesua permintaan pasar karena padi organik yang diusahakan oleh pak Yeye seluas 350 bata atau ½ ha.

Peluang tersebut perlu di respon positif oleh petani lainnya, Oleh Suparjo Penemu pupuk Hayati Cair Biotipul, berharap dapat memberikan manfaat bagi alam, manusia (petani/pelaku usaha pertanian organik), dan pengembangan teknologi pertanian yang berkelanjutan.

Harapan berikutnya adalah mengimplementasikan moto juang KOMPOS, yaitu SEJUTA HAMBA = Serius Jujur Tawakal Hidup Amanah Barokah.

Facebook Comments

2 Comments

  1. Msntap, semoga keberhasilan padi organik di desa cikadu dapat dititiru baik oleh petani/klp tani juga oleh desa desa melalui pemberdayaan masyarakat dengan implementasi TTG

  2. Perlu di sosialisasikan nih budaya pemakaian pupuk organik ini…saya pernah menggunakan pupuk organik untuk padi dan perkebunan, hasilnya mantap juga..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Tiga Hari Lagi Insentif Nakes Cair

Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan hari Senin nanti (02/8) akan segera mencairkan tiga b…