Home News Ketua DPRD Desak Bupati Keluarkan Perbup SOP AKB
News - June 30, 2020

Ketua DPRD Desak Bupati Keluarkan Perbup SOP AKB

Hibar.id – Menyusul dicabutnya maklumat Polri sekaligus menyusul berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),di harapkan masyarakat bisa melaksanakan kehidupan baru atau yang lebih dikenal dengan istilah Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), hal tersebut dikatakan Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdi saat ditemui sejumlah awak media di Kantor DPRD Kuningan, Senin (29/06/2020)

Zul (panggilan akrab Nuzul Rahdi,red) mengatakan, meski demikian pada dasarnya Covid-19 belum selesai, sehingga masyarakat di himbau terus menjaga kewaspaadaan, masyarakat harus cepat melakukan aktifitas karena ekonomi harus ditingkatkan, namun sekali lagi zul mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terutama ditempat-tempat kerumunan masa.

“saya mendesak kepada pemerintah daerah untuk segera mengeluarkan Perbup tentang SOP adaptasi kebiasaan baru, sehingga masyarakat mengerti kegiatan-kegiatan apa saja yang bisa boleh dilakukan serta kegiatan apa saja yang perlu mendapat pengawasan dan pengendalian,jadi biar masyarakat paham,” kata Zul

Kita seperti melihat dua keping mata uang, lanjut Zul, disatu sisi pandemi ini memang belum seratus persen hilang meski dikuningan dinyatakan sudah zero kasus, meski begitu bayang-bayang itu masih tetap ada, apalagi dengan banyaknya keluar masuk orang dari satu daerah ke daerah lainya, namun disisi lain kita juga melihat kepentingan masyarakat bahwa masyarakat juga harus beraktifitas, perekonomian harus berputar kembali.

“sehingga antara dua sisi mata uang ini, kita harus membuat satu SOP,kegiatan apa saja yang boleh dilakukan, disertai SOP kesehatan atau protokol kesehatan yang harus dilakukan masyarakat, kan hanya tiga prinsip itu saja,kalau di masalah penanganan Covid itu, yang pertama jauhi kerumunan, menggunakan masker, dan rajin cuci tangan,” Ujarnya

Sementara itu di tanya mengenai banyaknya warga yang akan menggelar pesta hajatan Zul mengatakan, banyaknya warga yang menunda pesta hajatan karena adanya wabah Covid 19 yang berimplikasi kepada ekonomi,sebaiknya dibuka secara pelan-pelan namun dengan SOP yang telah diatur sesuai protokol Covid.

“ misalnya tempat duduk resepsi yang diatur jaraknya, kemudian kepada even-even organizer melaksanakan kegiatan itu harus mematuhi aturan standar protokol kesehatan, misalnya kapasitas panggung dan ruangan tempat berlangsungnya acara harus disesuaikan dengan kapasitas orang,”pungkas Zul. (tatang)

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Umar Modern : Setiap Wali Punya Masa Lalu dan Setiap Pendosa Pasti Punya Masa Depan

Klikkuningan.com – Sore itu ada pemandangan yang tak biasa (05/10), sekumpulan anak …