Home Sosok Berbeda bukan Penghalang Kepedulian
Sosok - May 29, 2020

Berbeda bukan Penghalang Kepedulian

Hibar.id – Sudah sekitar 15 tahun mendampingi sang suami mengabdikan misinya di Kuningan, Sri Rejeki merasa selama ini tidak mengalami kesulitan untuk selalu hidup berdampingan dengan warga yang mayoritas Muslim. Isteri dari Pendeta di Cigugur Kuningan ini sangat berharap keharmonisan dalam bertoleransi tetap terjaga, terjalin, sekalipun dengan perubahan zaman. Perbedaan itu indah, perbedaan itu solusi dan perbedaan itu ‘Bhineka’ di negeri tercinta Indonesia untuk saling berdampingan menuju satu tujuan, yakni terciptanya kedamaian hakiki.

Baginya, ditempatkan dimanapun, toleransi dalam kerukunan hidup sehari-hari adalah kuncinya. Terlebih saat Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, dan khususnya di Indonesia, rasa kemanusiaan untuk saling berbagi menjadi kunci hidupnya dalam mencapai kebahagiaan.

“Ketika melihat saudara Kita yang terdampak Covid-19, Kita tidak boleh menutup mata. Mari bantu, ringankan beban mereka. Bisa dengan cara apapun. Kalau tidak bisa langsung dengan uang atau sembako, bisa menjadi perantara donatur untuk mengestapetkannya kepada yang membutuhkan, itu juga sudah menjadi bagian dari kepedulian,” papar perempuan kelahiran Purworejo 1983 ini.

Sri Rejeki sendiri adalah seorang ibu rumah tangga biasa yang kesehariannya lebih fokus mengurus anak, suami dan kebutuhan keluarga. Akan tetapi, sebagai seorang istri tokoh pemuka agama di Kecamatan Cigugur Kab. Kuningan, Sri begitu akrab dan harmonis dengan warga lingkungan, luar lingkungan/daerah maupun dengan umat non Kristiani.

“Meskipun Saya hanya sebagai ibu rumah tangga, tapi Saya tidak berkecil hati. Karena Saya masih dan harus bisa menularkan kebaikan kepada oranglain. Menjaga kebersamaan, kekompakan, toleransi adalah satu pondasi untuk bisa saling berbagi kebaikan,” kata ibu dari dua putra ini.

Perempuan yang hobi memasak masakan tradisional tersebut memang terlahir dari latarbelakang perbedaan agama. Perbedaaan tersebut tidak menjadikan penghalang dan memutus persaudaraan, justru dengan perbedaan agama, Sri dan suami juga saudara serta warga lainnya terjalin hubungan yang harmonis. Ia tetap rindu untuk saling menyapa, saling menolong dan bersilaturahmi.

“Besar harapan Saya, dimanapun Saya tinggal, keharmonisan dari perbedaan itu tetap terjalin dengan baik. Jangan hanya bisa menuntut, tetapi mari lakukan bersama. Karena hidup adalah kesempatan, maka hidup harus jadi berkat bagi sesama,” papar Koordinator Jaringan Gerakan Perempuan Lintas Agama (Jaga Pelita) itu.(lang).

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Abah Masih Semangat Bangun Desa, Milenial Jangan Mau Kalah

Walaupun sudah lebih dari seminggu yang lalu, namun ucapan selamat ulang tahun dan dan doa…