Home Headline Evakuasi ODGJ Tahap III, Wujudkan Kuningan Bebas Pasung
Headline - Kesehatan - September 10, 2019

Evakuasi ODGJ Tahap III, Wujudkan Kuningan Bebas Pasung

Klikkuningan – Sesuai data yang dimiliki Dinas Kesehatan kabupaten Kuningan, saat ini terdapat 2.232 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Kuningan, beberapa diantara mereka bahkan terpaksa harus dipasung hingga bertahun-tahun.Warga yang terkena gangguan jiwa sebagian besar berasal dari keluarga kurang mampu yang ditangani oleh 37 puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan.
Dalam rangka Menyongsong Kabupaten Kuningan Bebas Pasung 2019, bertempat di Puskesmas Sindangagung (10/09/2019) dilaksanakan kegiatan Pelayanan Kesehatan Jiwa dan Evakuasi ODGJ Ke Rumah Sakit DR. H. Marzoeki Mahdi (RSMM) Bogor tahap III.
Sejumlah 21 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) asal Kabupaten Kuningan ini akan diberangkatkan ke Rumah Sakit DR H Marzoeki Mahdi (RSMM) Bogor untuk mendapat perawatan di RS Jiwa terbesar di Jawa Barat itu. Hadir dalam kegiatan ini Perwakilan Dinkes, Perwakilan Dinsos, Bagian Kesra, Pengelola Program Jiwa Puskesmas, Kader, Aparat Desa, Nakes,keluarga pasien, Babinsa dan Babinkamtibmas.
Teti Suryati,Am.Keb,SKM Pengelola Program Keswa dan Napza Dinkes Kabupaten Kuningan menjelaskan bahwa kegiatan Pelayanan Kesehatan Jiwa dan Evakuasi ODGJ yang saat ini dilakukan adalah kegiatan yang ke-3. Menurut Teti, 21 ODGJ yang hari ini berangkat akan mendapatkan perawatan sekitar 23 hari dan akan kembali pada tanggal 03 Oktober 2019 nanti.
Sementara itu, Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan dr Eva Maya menyatakan Kegiatan evakuasi ODGJ ke RSMM adalah salah satu upaya untuk mewujudkan Kuningan bebas pasung.
“Tahun 2019 ini sudah dilaksanakan 3 periode evakuasi ODGJ ke RSMM, periode 1 sebanyak 44 pasien, periode ke 2 sebanyak 47 pasien dan periode ke 3 sebanyak 21 pasien” Ujar Eva
Eva Maya mengungkapkan rasa syukurnya dikarenakan pasien-pasien yang sudah dirawat di RSMM pada periode ke 1 dan ke 2 sudah kembali ke kuningan, dan respon pengobatannya sangat baik, dari sisi kesehatan jiwanya, serta kemandiriannya.
“Bahkan informasi yang kami dapatkan dari rekan-rekan di Puskesmas sangat menggembirakan, pasiennya jadi mandiri, kepatuhan minum obatnya baik, rajin beribadah, dan ada yang sudah mulai produktif bekerja” Pungkasnya.(Red)

Facebook Comments

Check Also

Bersama Kodim 0615 Kuningan, Perwosi Gelar Gebyar Vaksin untuk Pelajar

Sebagai salah satu upaya untuk melakukan pencegahan penyebaran dan percepatan penanganan C…