Home Headline Seren Taun, Perwujudan Rasa Syukur kepada Tuhan YME
Headline - August 25, 2019

Seren Taun, Perwujudan Rasa Syukur kepada Tuhan YME

Kuningan,- Puncak kegiatan Seren Taun 2019 dilaksanakan di gedung Paseban Tri Panca Tunggal, Cigugur, Kuningan, (Sabtu, 24 Agustus 2019). Seperti tahun-tahun sebelumnya, sebelum kegiatan puncak Seren Taun juga dilaksanakan rangkaian acara selama seminggu penuh. Puncak acara seren taun yang dilaksanakan di Pendopo Paseban ini banyak menampilkan kesenian tradisional salah satunya Tari Buyung dan kesenian Angklung.
Istilah Seren Taun berasal dari kata dalam Bahasa Sunda “seren” yang artinya serah, seserahan, atau menyerahkan, dan “taun” yang berarti tahun. Jadi Seren Tahun bermakna serah terima tahun yang lalu ke tahun yang akan datang sebagai penggantinya. Dalam konteks kehidupan tradisi masyarakat Sunda, Seren Taun merupakan wahana untuk bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala hasil pertanian yang dilaksanakan pada tahun ini.
Seren Taun yang diadakan di Cigugur yang terkenal dengan keberagamannya ini merupakan momen di mana kita bisa melihat kebergaman tersebut secara lebih jelas adalah saat perayaan Seren Taun. Seren Taun sendiri adalah upacara adat panen padi masyarakat Cigugur yang dilakukan tiap tahun. Upacara ini diselenggarakan tiap tanggal 22 Rayagung, bulan terakhir pada sistem penanggalan Sunda yang dipusatkan di Paseban Tri Panca Tunggal, kediaman Pangeran Djatikusumah.
Bupati Kuningan, H. Acep Purnama SH., MH dan Wakil Bupati Kuningan H.M. Ridho Suganda SH., M.Si, turut hadir dalam upacara Adat Seren Taun di Paseban Tri Panca Tunggal, Desa Cigugur.
Dalam sambutan Bupati Kuningan mengucapkan terimakasihnya kepada masyarakat Cigugur, Yayasan Tri Mulya Tri Wikrama, warga adat karuhun Sunda Wiwitan yang telah melestarikan warisan budaya sampai sekarang masih dilaksanakan, sehingga mendapatkan apresiasi prestasi bahwa Upacara Adat Seren Tahun telah dikukuhkan sebagai salah satu warisan budaya tak benda dari 13 karya budaya di Jawa Barat.
“ Semoga ini menjadi spirit untuk kita semua untuk selalu menjaga dan melestarikan adat budaya karuhun” ucap H. Acep Purnama
Lebih Lanjut Bupati menjelaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan upaya membangun ketahanan sosial, ekonomi, budaya, agama dan kepercayaan maka kegiatan upacara seren taun merupakan implementasi nyata yang dapat merajut persatuan dan kebersamaan.
“perbedaan bukanlah hambatan, malah justru suatu keindahan manakala kita menyadari akan keagungan Tuhan yang Maha Esa” ucap Bupati pada akhir sambutannya. (Beng)

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Inilah Para Pemenang Lomba Menulis Untuk Cibuntu

Klikkuningan.com – Sudah sekitar sebulan yang lalu Desa Wisata Cibuntu menggelar lom…