Klikkuningan – Seperti yang kita ketahui, di Indonesia hak untuk menempuh pendidikan adalah hak yang sangat mendasar bagi seluruh rakyat Indonesia. Hal ini dijamin secara hukum dalam beberapa ketentuan.
Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak yang menyatakan bahwa setiap anak berhak untuk hidup, tumbuh, berkembang, dan berpatisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusian, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Wildan Ahmad Firdaus, Sekretaris dari Forum Ikatan Pemuda-Pemudi Kuningan (FPPK -red),Untuk masalah pendidikan yaitu bersekolah kejar paket (Non Formal – red ), di PKBM yang ada di wilayah Kuningan, menurutnya masih sangatlah mahal.

“Seharusnya hal ini wajib disikapi dengan tegas oleh pihak Disdikbud Kuningan, agar tercipta betapa nikmat dunia pendidikan. Bukankah Kuningan, punya slogan Kabupaten Pendidikan? kalau memang benar ini adalah Kabupaten Pendidikan, ya’ seyogya biaya sekolah non formal di buat seringan mungkin, agar tidak mencekik leher kalangan warga yang tidak mampu, untuk kembali bersekolah lagi.” Paparnya.

Setahu saya Tujuan PKBM, memperluas kesempatan warga masyarakat, khususnya yang tidak mampu untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap mental yang diperlukan untuk mengembangkan diri dan bekerja mencari nafkah. PKBM adalah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bergerak dalam bidang pendidikan.

“setahu saya Kuningan ini, paling terbanyak PKBM se Jawa-Barat dari tahun 2015 sampai saat ini. Saran saya coba disidak lagi dengan baik oleh pihak Disdikbud, disini masih ada pihak oknum yng mengatasnamakan dunia pendidikan. bayangkan untuk menempuh kejar paket C saja biaya bisa mencapai 3 sampai 4 jutaan rupiah” Lanjutnya.

” yang lebih mirisnya lagi, setelah lulus tidak diberi ijazah sesuai aturan yang berlaku. Dan jika ada siswa/i yang protes atau minta solusi pada pihak yang terkait, akan dipermasalahkan. Hal ini fakta bukan sekedar isapan jempol, harapan saya semoga permasalahan ini bisa cepat ditindak lanjuti secara permanen, agar bisa menciptakan Kabupaten kuningan adalah Kabupaten Pendidikan.” Tandasnya. (Rey)