KlikKuningan – Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Kuningan saat ini sedang mengembangkan rumput Odot dan Tanaman Indigofera sebagai pakan ternak dengan kualitas yang baik. Kegiatan ini dimulai dengan adanya bantuan rumput Odot dan tanaman Indigofera dari Provinsi Jawa Barat melalui kegiatan Gerakan Pengembangan Pakan Ternak Berkualitas (GERBANG PATAS).

Gerbang Patas berlokasi di desa Karangmuncang Kec. Cigandamekar (2016). Kemudian di Desa Gunung Sari Kec. Cimahi dan desa Dukuh Badag Kec. Cibingbin (2017).  “Untuk tahun 2018 Gerbang Patas dialokasikan di Desa Cimara dan desa Tarikolot Kec. Cibingbin” Lya Priliyawati S.PT. MD, Kabid Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Kuningan menjelaskan.

Penanaman  pakan ternak berkualitas ini juga dilaksanakan di Sentra Peternakan Rakyat (SPR) Sapi Potong di 5 lokasi SPR yaitu Cibingbin, Cibeureum, Cimahi, Maleber dan Suban. Lokasi-lokasi tersebut nantinya diharapkan akan menjadi sumber bibit rumput Odot dan tanaman Indigofera.

Lebih lanjut bu Kabid Peternakan menjelaskan bahwa Rumput odot merupakan salah satu varietas  rumput gajah (Pennisetum purpureum), sering dikenal dengan sebutan Dwarf Elephant Grass atau Mott Elephant Grass di luar negeri, tanaman ini mampu tumbuh pada saat musim kemarau dengan tanah yang tingkat kesuburannya rendah. Rumput gajah odot mampu bertahan hidup di kondisi sulit air sekalipun. 

Penanaman rumput gajah odot pada lahan berpotensi rendah, hasilnya pun cukup memuaskan.  Di tepian pantai daerah Cilacap, Jawa Tengah, rumput ini berdampingan dengan tanaman cabai, rumput ini mampu berproduksi optomal.  Terlebih bila di tanam dalam lahan yang berkualitas baik. Produktifitas rumput gajah odot per hektare berkisar 120 hingga 250 ton per tahun. Tingginya produktifitas ini karena si rumput ‘tahan banting’ ini juga memeiliki banyak anakan. 

Awal panen jumlah anakan per rumpun kisaran 26 tunas, selanjunya dapat mencapai lebih dari 200 tunas”di Indonesia sendiri, cikal bakal rumput ini dikembangkan pada tahun 2007 oleh tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Kanada yang kemudian dikembangkan di seluruh Indonesia” Ujar LyaRumput jenis ini pertama kali ditemukan oleh Dr.W. Hanna di Georgia, USA kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Dr. Mott dan koleganya di Florida, USA.

“Rumput gajah odot adalah rumput tahan banting menghadapi segala kondisi.  Pada musim panas saat sapi atau domba membutuhkan hijauan berkualitas, rumput ini menjadi incaran para peternak.”  Lanjut Lya

Produksi yang cukup tinggi menjadi keunggulan tersendiri bagi rumput odot, terlebih pada musim penghujan batang rumput odot terasa lebih lunak sehingga sangat digemari oleh kambing dan domba juga ternak sapi. Daun yang lembut, ruas batang yang cenderung empuk, menjadikan rumput ini banyak digemari peternak sapi dan domba.

Keunggulan lain dari rumput odot adalah jumlah nutrisi yang cukup tinggi dibanding rumput Gajah, sebagai ilustrasi jumlah protein kasar yang ada dalam daun rumput odot mencapai 12-14% bahkan ada yang mencapai angka 17 %, disamping itu tingkat kecernaan rumput odot mencapai 65-70%. Pada musim penghujan, interval pemotongan antara 30 sampai 40 hari dengan jumlah anakan rumput odot mencapai 20 anakan pada setiap 2x masa panen.

Lya Priliyawati menjelaskan bahwa perkembangbiakan rumput odot dapat dilakukan dengan metode vegetatif, yaitu dengan menggunakan percabangan yang tumbuhnya paling baik. Pemotongan pada cabang-cabang tersebut dilakukan dengan alat yang tajam untuk menghindari luka pada batang, pemotongan dilakukan pada batang yang akan menjadi bahan tanaman/stek dengan panjang kurang lebih 30 cm.

Rumput odot dapat ditanam dengan menggunakan dua pola. Pertama adalah monokultur dimana dalam suatu lahan hanya ditanami oleh tanaman odot saja.

Pola tanam yang kedua adalah dengan menanamnya di sela-sela tanaman lain”Jarak tanaman antar barisan adalah sekitar 50-75  cm. Pada setiap bedengan tanah yang akan ditanam odot, dapat ditanam 2 atau 3 stek.

Rumput odot dipanen pertama kali  pada umur 70-80 hari. Beberapa ciri yang bisa diamati saat rumput odot siap panen adalah saat ruas batang sudah mencapai ukuran 15 cm. Untuk umur panen selanjutnya bisa 35 – 45 hari pada musim penghujan atau 40-50 hari pada musim kemarau. (Beng)