KlikKuningan – Penyalahgunaan penggunaan dan peredaran gelap Narkoba saat ini sudah sampai pada tingkat yang memprihatinkan dan mengancam seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Kabupaten Kuningan adalah kota kecil yang sangat indah di Propinsi Jawa Barat, akan tetapi merupakan tempat penyalahgunaan dan peredaran narkoba urutan kedua menurut Analisa dan Evaluasi Polda Jawa Barat Tahun 2018.
Hal ini disampaikan oleh Kepala BNN Kabupaten Kuningan, Edi Heryadi, M. Si dalam Press Release Akhir Tahun 2018 di depan sejumlah awak media. Lebih lanjut Edi menjelaskan BNN Kuningan sebagai lembaga negara yang memiliki kewajiban penuh dalam Penanganan Pencegahan dan Pemberantasan penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di kabupaten Kuningan.
” Dalam tubuh BNN mempunyai 4 Pilar yakni bagian Umum, Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Seksi Pemberantasan dan Seksi Rehabilitasi” Edi menjelaskan 4 Pilar yang ada di dalam BNN.
” Untuk Periode Januari-Desember 2018, prosentase realisasi capaian Kinerja Seksi Pemberantasan di tahun 2018 mencapai 200%. Dari target 1 berkas, jumlah realisasinya adalah 2 berkas” Lanjut Edi Heryadi.
Selain melaksanakan pemberantasan, BNN kabupaten Kuningan juga melakukan berbagai upaya preventif melalui bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat.
“Beberapa kegiatan preventif diantaranya Advokasi Pembangunan Berwawasan Anti Narkotika terhadap Institusi Pendidikan, Pelaksanaan Desiminasi Informasi P4GN melalui sosialisasi dengan berbagai media” Lanjut Kepala BNN Kuningan
Lebih lanjut, Kepala BNN menjelaskan tentang Program  unggulan Provinsi Jawa Barat yaitu Desa Bersih Narkoba (BERSINAR) yang selaras dan relevan  dengan  Visi Pembangunan Kab. Kuningan yaitu Kuningan (MAJU) Ma’mur, Agamis, Pinunjul berbasis desa.  Dimana 5 tahun ke depan Pemerintah Kabupaten Kuningan harus memunculkan 100 desa unggulan yang direalisasikan setiapa tahun 20 desa, desa unggulan tersebut salah satunya harus bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba dengan melibatkan 3 pilar plus yaitu Kepala Desa, Babinsa, Babinkamtibmas dan Puskesmas/Pustu.
“Tujuan dari langkah-langkah pencegahan ini adalah untuk mengurangi permintaan atas Narkoba, dengan sosialisasi dan advokasi. Sedangkan untuk Rehabilitasi adalah orang yang sudah terkena atau pecandu itu bukan kriminal, tapi orang sakit yang wajib kita obati” Pungkas Edi Heryadi di akhir releasenya. (Beng)