International Angklung Festival 2018 Peringati 72 th Perundingan Linggarjati
November 18, 2018
0 comments
Share

International Angklung Festival 2018 Peringati 72 th Perundingan Linggarjati

Klikkuningan-Peringatan hari angklung sedunia ke-8 sekaligus 2 tahun peringatan Deklarasi Kabupaten Angklung untuk Kuningan diisi dengan penyelenggaraan Festival Angklung Internasional, Sabtu 17 November 2018 bertempat di Gedung Perundingan Linggarjati.

Penyelenggaraan Festival Angklung ini juga sekaligus untuk memeriahkan Peringatan 72 tahun perjanjian Linggarjati. Ribuan angklung bergema di Gedung Perundingan Linggarjati, Kuningan, Jawa Barat. Tidak hanya tamu undangan, ratusan pengunjung turut mencoba memainkan alat musik angklung di festival ini. Lebih heboh lagi penampilan tim musik angklung dari Hiroshima Jepang menarik perhatian audiens, meski mereka semua warga Jepang tapi terlihat lihai memainkan musik angklung.

Esthy Reko Astuti, Ketua Calender of Event (CoE) menjelaskan keterkaitan musik angklung dan peristiwa sejarah Perundingan Linggarjati sangat ternyata sangat erat. Mungkin banyak orang tidak tahu.

“Ternyata, menurut cerita sejarah, saat peristiwa perundingan tersebut sempat terjadi kebuntuan mufakat sehinggga diadakan rehat sejenak. Saat rehat tersebut para delegasi diberi hiburan musik angklung,” ungkap Esthy saat berikan sambutan pembukaan International Angklung Festival 2018.

Esthy berharap kegiatan International Angklung Festival 2018 ini bisa memberi dampak ekonomi pada Kabupaten Kuningan.

“Saya ucapkan selamat Kabupaten Kuningan, festival angklung ini masuk CoE selain juga Tour de Linggarjati yang barusan digelar. Ini tentunya perlu ditingkatkan atau minimal dipertahankan, mengingat bisa lolos kurasi dengan seleksi yang ketat,” ungkap Esthy Reli Astuti yang didampingi Wawan Gunwan, Kabid Pemasaran Area 1 (Jawa) Kemenpar.

Bupati Kuningan Acep Purnama mengatakan Kabupaten Kuningan memiliki banyak potensi wisata yang menarik, baik alam maupun budaya.

Acep Purnama berharap kegiatan festival ini bisa mendongkrak kunjungan wisatawan ke Kabupaten Kuningan, Kuningan makin dikenal dunia dan terjadi peningkatan perekonomian di Kabupaten Kuningan.

“Alat musik angklung sejak 16 November 2010 telah ditetapkan sebagai salah satu warisan dunia oleh UNESCO. Kegiatan festival ini mempertegas jika angklung adalah warisan budaya Indonesia,” paparnya.

Di Kabupaten Kuningan sendiri, angklung berkembang sejak tahun 1938. Salah satu sosok yang berjasa memperkenalkan angklung di Kuningan adalah Daeng Soetigna. Banyak eksperimen yang dilakukan Daeng Soetigna agar angklung dapat diketahui masyarakat. Ia pun berupaya agar alat musik ini dipentaskan dan dikembangkan di Bumi Priangan.

Salah satu desa di Kuningan yang sedang konsen dengan pengembangan Angklung adalah desa Wisata Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, dan sesuai visi misi Bupati Kuningan untuk lima tahun ke depan, angklung akan menjadi bagian dari komoditi pariwisata Kuningan. Ada beberapa desa yang dijadikan desa wisata, dan angklung akan dikembangkan di desa itu

Perjalanan panjang angklung ini, mendasari pemilihan tema untuk acara International Angklung Festival 2018, yaitu ‘Handaru Juang, Naratas Lambaran Sajarah.(Bengpri)

Facebook Comments