Puskesmas Mandirancan Rutin Lakukan Emergency Drill
November 7, 2018
0 comments
Share

Puskesmas Mandirancan Rutin Lakukan Emergency Drill

Klikkuningan-Perhatian terhadap keselamatan ibu saat melahirkan tentunya harus selalu ditingkatkan, demikian pula dengan bayi yang dilahirkan harus sehat dan tumbuh kembang dengan baik.

UPTD Puskesmas Mandirancan adalah salah satu Puskesmas di Kabupaten Kuningan yang selalu melakukan berbagai upaya dalam mendukung program pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan untuk melakukan percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Puskesmas Mandirancan melakukan kegiatan preventif dan promotif dalam program Kesehatan Ibu dan Anak. Diharapkan terjadi peningkatan signifikan terhadap upaya penurunan AKI dan AKB khususnya di wilayah kerja Puskesmas Mandirancan melalui managemen rujukan penanganan emergency maternal dan neonatal.

Seperti yang dilakukan oleh Tenaga Kesehatan Puskesmas Mandirancan, Selasa (06-11-2018), mereka sedang melakukan drill emergency tentang penanganan Pre Eklampsia Berat (PEB).

Preeklampsia adalah komplikasi dalam kehamilan yang hingga saat ini masih menjadi salah satu dari 3 penyebab kematian utama. Insiden eklampsia adalah kondisi yang sangat mengancam jiwa jika kasus preeklampsia berat tidak mendapat pencegahan kejang. Dampaknya bagi kelangsungan hidup ibu dan bayi mengharuskan setiap petugas kesehatan untuk memiliki kemampuan penatalaksanaan keadaan emergensi ini.

Bidan Sofi, salah satu Tenaga Kesehatan yang sedang ikut melakukan simulasi menjelaskan bahwa dengan simulasi klinik akan lebih bermanfaat untuk mempertahankan dan meningkatkan ketrampilan petugas kesehatan dibandingkan dengan pelatihan klinik biasa.

“Dengan simulasi klinik akan membantu fasilitas kesehatan untuk mengidentifikasi gap yang ada terutama dalam pelayanan emergensi khususnya emergensi maternal dan neonatal” Lanjut Bidan Desa Nanggela ini.

Terlihat beberapa orang Tenaga Kesehatan yang kesemuanya Bidan Desa melakukan perannya masing-masing dalam simulasi ini. Ada yang menjadi Nakes, pasien, dan keluarga pasien.

“Kegiatan simulasi ini juga fungsinya untuk selalu merefresh ilmu kita khususnya dalam penangan pasien dengan PEB” Ujar Bidan Sri Damayanti, Bidan Desa Salakadomas.

Terpisah Kepala Puskesmas Mandirancan, H. Admi, SKM menjelaskan bahwa kegiatan simulasi yang dilaksanakan di Puskesmas Mandirancan rutin dilakukan setiap 3 bulan sekali.

“Dengan kegiatan simulasi, diharapkan keterampilan Tenaga Kesehatan yang ada akan meningkat” Pungkas H. Admi. (Bengpri)

Facebook Comments