Berawal dari Obsesi, Mari Dukung Potensi “Melimpah” Seni dan Budaya
February 5, 2018 Share

Berawal dari Obsesi, Mari Dukung Potensi “Melimpah” Seni dan Budaya

Sebuah Tulisan Bersambung – Oleh : Dodon Sugiharto, S.Pd.,M.Pd.

Gelar budaya ” Heman Ka BudaK” berawal dari sini. Saya dikhabari oleh Kang Aden Lokananta bahwa sanggarnya setiap hari Minggu menggelar aktifitas di jalan. Katanya sih , keur neangan indung bapa.

Seiring dengan obsesi saya, ingin mengisi kegiatan cfd dengan event budaya yang menampilkan potensi siswa yang tersebar di seluruh satuan pendidikan di Kuningan (kober,paud, TK,SD/MI, SMP/ MTs, SMA/SMK ,PT) dan sanggar-sanggar seni untuk berkegiatan di tengah-tengah masyarakat – nengok lah saya kesana.

Saya berfikir untuk sekolah, sanggar atau apa pun tampil di event cfd, itung-itung pindah latihan atau gladi bersih. Memang ada biaya yg harus dianggarkan, tp bagi yang betul2 mencintai seni kadang bukan masalah.

Alhamdulillah konsep saya bersambut karena saya sama Abah Deden sdh sejak lama berkecimpung di dunia seni. Pernah bahu membahu membina grup seni. Saya, punya grup ” Pudja Gita Suara”, Abah Deden punya grup , “Bhatara”.

Setelah dicoba dilaksanakan, konsep saya ternyata berterima. Hal ini terbukti tingginya respon dari para siswa, guru, kepala sekolah,kberpartisipasi (SMPN 1 Garawangi, SMPN 1 Kuningan, SMPN 1-2 kadugede, SMAN 1 Kujingan, UPTD Maleber dll) pimpinan sanggar, kepala kantor untuk berpartisipasi. PDAM dan Bank BJB misalnya. Mereka hadirbl dengan doorprizenya.

Ke depan, bukan hanya sekolah dan sanggar saja yang bisa berpartipasi di event ini. Setiap dinas, jawatan, kantor dll kalau memang mempunyai grup kesenian di kantornya, silahkan tampil di event ini.

Karena tidak menutup kemungkinan, banyak para pemimpin kantor yang reueus kana seni terus membentuk kelompok seni untuk menyalurkan bakat para stafnya. Kegiatan ini juga bagus untuk refreshing dan mengikat Spirit de corp karayawan terhadap instansinya.

Dulu, bukan hal aneh, dinas A terkenal Bandnya, dinas B terkenal reognya, dinas C terkenal calungnya.  Ingat reog BKAK dengan mang Dimannya? Dulu kan ikonnya kepolisian.

Waktu saya dikhitan dulu, hiburannya Wayang Golek PGRI Luragung Pimp Dalang Endun. Seorang penilik saat itu. Tiap kecamatan kalau g salah ada degung PGRI…

Gaya CFD kini sudah bergulir. Kapasitas saya yang kebetulan mencintai seni ada batasnya.
Ada pihak2 di sekitar saya yg memiliki kapasitas dan kemampuan untuk mengembangkan apa yang saya rintis Ini menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat dan daerah.

Konsep saya Sederhana saja: potensi banyak, semangat dan dukungan banyak, der aja. Banyak manfaat yang saya ambil dari kegiatan ini: uji nyali, uji kesabaran dan tahu karakter orang-orang di sekitar saya.

Pelestarian seni budaya dan nilai- nilai mulia yang terkandung di dalamnya kan tugas kita semua….

Facebook Comments